Advertisements

3 Cara Membayar Fidyah Puasa Ramadhan : Syarat, Takaran & Waktu

Cara Membayar Fidyah Puasa Ramadhan – Sebagaimana diketahui, puasa merupakan salah satu dari lima Rukun Islam. Dimana seseorang yang beragama Islam mempunyai kewajiban untuk menjalankan ibadah puasa, salah satunya puasa di bulan Ramadhan.

Meskipun demikian, di dalam Al Qur’an terdapat AYAT TENTANG PUASA berupa keringanan bagi mereka yang tidak bisa menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Hal tersebut bisa saja terjadi karena mengalami sakit parah, sedang mengandung dan menyusui, atau karena sudah lanjut usia sehingga tidak memungkinkan untuk menjalani ibadah puasa.

Namun, bagi seseorang yang belum bisa menjalankan puasa serta tidak bisa menggantinya di lain waktu, wajib hukumnya untuk membayar fidyah. Biasannya fidyah yang perlu dikeluarkan oleh seseorang besarannya sesuai dengan jumlah puasa yang ditinggalkan.

Oleh sebab itu, sebelum melakukan pembayaran fidyah sebagai pengganti puasa Ramadhan, penting untuk mengetahui terlebih dahulu bagaimana cara pembayarannya. Nah, pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan secara lengkap mengenai tata cara membayar fidyah puasa Ramadhan.

Cara Membayar Fidyah Puasa Ramadhan

Apa Itu Fidyah Puasa Ramadhan

Sebelum membahas cara membayar fidyah puasa Ramadhan lebih lanjut, ada baiknya ketahui terlebih dahulu apa itu fidyah. Fidyah artinya yaitu mengganti atau menebus. Dimana fidyah diperuntukkan bagi seseorang yang tidak mampu menjalankan ibadah puasa dengan kriteria tertentu dan tidak diwajibkan menggantinya di lain waktu.

Kriteria Orang Wajib Membayar Fidyah

Kriteria Orang Wajib Membayar Fidyah

Terdapat beberapa syarat atau kriteria tertentu yang mewajibkan seseorang melakukan pembayaran fidyah untuk menggantikan puasa Ramadhan. Adapun beberapa kriteria seseorang wajib membayar fidyah tersebut diantaranya yaitu sebagai berikut.

Baca :  8 Khutbah Jumat Singkat Menyambut Ramadhan Terbaru 2020

1. Orang Tua Renta

Golongan orang tua sudah terlalu tua, pikun hingga sakit-sakitan diperbolehkan tidak berpuasa namun wajib membayar fidyah. Mereka juga tidak diwajibkan untuk mengqadanya karena dikhawatirkan akan jatuh sakit.

2. Orang Sakit Parah

Orang dengan kondisi sakit parah dan tidak dapat sembuh lagi diwajibkan membayar fidyah. Pasalnya, orang tersebut sudah tidak mungkin untuk mengqada puasanya atau mengganti puasanya di lain waktu.

3. Ibu Hamil

Terakhir yaitu golongan ibu hamil dan menyusui. Terdapat beberapa sahabat mengatakan bahwa ibu hamil dan menyusui diperbolehkan tidak berpuasa serta menggantinya dengan cara membayar fidyah puasa Ramadhan.

Penerima Fidyah Puasa Ramadhan

Selain kriteria orang wajib melakukan pembayaran fidyah puasa di bulan Ramadhan, terdapat juga ketentuan orang-orang yang berhak menerima fidyah. Nah, berikut adalah beberapa orang-orang yang berhak mendapatkan fidyah puasa Ramadhan.

  • Orang fakir.
  • Orang miskin.
  • Orang tua dalam kondisi sakit hingga tidak ada harapan sembuh.

Cara Membayar Fidyah Puasa Ramadhan

Cara Membayar Fidyah Puasa di Bulan Ramadhan

Tata cara pembayaran fidyah puasa Ramadhan bisa berupa pemberian makanan pokok atau makanan siap jadi. Sebagai contoh kalian puasanya bolong selama 30 hari, maka harus menyediakan fidyah sekitar 30 takar lalu dibayarkan kepada 30 orang miskin.

Selain itu, kalian juga bisa memberikan makanan siap saji kepada fakir miskin. Jadi, kalian harus menyiapkan 30 porsi makanan beserta lauk pauknya kemudian dibagikan kepada 30 fakir miskin.

Sementara tata cara membayar fidyah puasa Ramadhan dengan uang, masih menjadi perdebatan. Berdasarkan kaum atau kalangan Hanafiyah, fidyah puasa Ramadhan boleh dibayarkan dalam bentuk uang asalkan sesuai takaran yang berlaku.

Namun, terdapat juga beberapa pendapat dari mayoritas ulama, seperti Syafiiyah, Malikiyah serta Hanabilah, fidyah tidak boleh dibayarkan dalam bentuk uang. Oleh sebab itu, pilihan terbaiknya yaitu dengan cara membuat makanan lalu dibagikan ke fakir miskin.

Baca :  Malam Lailatul Qadar 2020 : Tanda-tanda & Keutamaan

Takaran Membayar Fidyah Puasa Ramadhan

Takaran Pembayaran Fidyah

Setelah mengetahui cara membayar fidyah puasa Ramadhan, selanjutnya kalian juga harus mengerti berapa takarannya. Sejumlah ulama berpendapat pembayaran fidyah yaitu sebesar 1 mud gandum atau 2 mud selain menggunakan gandum.

1 mud sendiri jika dikonversikan menjadi kilogram yaitu sekitar 0,75 kilogram. Jadi jika kalian hendak membayar 2 muda, artinya kalian harus memberikan 1,5 kilogram beras ke fakir miskin. Kualitas berasnya juga harus sesuai dengan beras yang dikonsumsi sehari-hari.

Waktu Pembayaran Fidyah Puasa Ramadhan

Waktu Pembayaran Fidyah

Waktu pembayaran fidyah ini bisa dilakukan sejak bulan Ramadhan, Syawal hingga Sya’ban. Namun, umat muslim tidak diperbolehkan membayar fidyah sebelum Ramadhan atau ketika memasuki bulan Ramadhan. Jadi, pada intinya fidyah bisa dibayarkan ketika sudah memasuki bulan Ramadhan ataupun setelah bulan Ramadhan berakhir.

Sebenarnya membayar fidyah dalam bentuk apapun juga bisa dinilai sebagai wujud rasa berbagi ke sesama umat manusia. Sehingga para fakir miskin mampu ikut serta merasakan hidangan berupa makanan enak.

Demikian penjelasan dari Niatpuasa.com seputar cara membayar fidyah puasa ramadhan beserta takaran dan waktu pembayarannya. Semoga informasi di atas bermanfaat serta dapat dijadikan gambaran ketika hendak melakukan pembayaran fidyah puasa Ramadhan.

Advertisements