38 Adab Makan dan Minum dalam Islam Beserta Hadits

Adab Makan dan Minum dalam Islam – Kegiatan atau aktivitas buruk kadang selalu kita lakukan sehari-hari, salah satunya adalah makan dan juga minum sambil berdiri. Selain itu juga makan dan minum dengan menggunakan tangan kiri dan masih banyak lagi lainnya.

Terkadang kita juga tidak membaca doa terlebih dahulu ketika hendak makan dan minum. Lalu membuang makanan juga kerap kita lakukan, hal ini tentu sangat tidak baik dalam Islam dan sangat tidak dianjurkan oleh Rasulullah SAW.

Islam sangat peduli dengan semua aktivitas manusia, mulai dari hal kecil sampai hal yang besar. Maka dari itu sebagai muslim yang baik, kita harus benar-benar menjaga aktivitas keseharian mulai dari yang sepele, salah satunya adalah makan dan minum.

Adab makan dan minum dalam Islam akan kita bahas pada pertemuan kali ini. Selain itu juga pemahaman hadits-hadits mengenai hal ini tentu akan kita bahas secara lengkap. Langsung saja kita simak ulasan mendalam dan terlengkap mengenai adab makan dan minum dalam Islam berikut ini.

Adab Makan dan Minum dalam Islam Beserta Hadits

Adab Makan dan Minum dalam Islam

Adab Makan dan Minum dalam Islam

Memakan Makanan yang Halal

Allah SWT sendiri telah memerintahkan umatnya agar selalu memakan makanan yang halal lagi baik. Dimana Allah SWT juga berfirman yang artinya sebagai berikut:

Artinya:“Hai para rasul, makanlah yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mu`minun: 51)

Memuji Makanan dan Tidak Mencela Makanan

Islam juga menganjurkan untuk memuji makanan dan jangan sampai mencelanya. Rasulullah SAW tidak pernah mencela makanan sama sekali, jika beliau suka maka beliau akan memakannya, namun jika beliau tidak suka, beliau akan meninggalkannya. (HR. Muslim)

Mendahulukan Makan daripada Shalat, Jika Makanan Telah Dihidangkan

Yang dimaksu mendahulukan makan daripada shalat disini adalah jika makanan tersebut sudah dihidangkan. Rasulullah SAW juga bersabda sebagai berikut:

“Apabila makan malam telah dihidangkan dan shalat telah ditegakkan, maka mulailah dengan makan malam dan janganlah tergesa-gesa (pergi shalat) sampai makanmu selesai.” (Muttafaqun ‘alaih)

Manfaatnya adalah agar hati tenang dan tidak memikirkan makanan ketika shalat karena akan mengganggu ke khusyu’an shalat. Maka dari itu yang menjadi titik ukur adalah tingkat lapar seseorang, jika orang tersebut sangat lapar maka makanlah makanan tersebut. Hal ini juga usahakan jangan terlalu sering dilakukan.

Baca :  9 Tips Hidup Sehat Ala Rasulullah SAW Agar Tubuh Sehat

Tidak Menggunakan Alat Makan dari Emas dan Perak

Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut:

Rasulullah saw bersabda, “Orang yang minum pada bejana perak sesungguhnya ia mengobarkan api neraka jahanam dalam perutnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Menggunakan Tiga Jari Ketika Makan

Tiga jari tersebut adalah jari telunjuk, ibu jari dan jari tengah. Lalu setelah selesai makan, jilati jari tersebut dan wadah makanan.

Ka’ab bin Malik radhiyallahu ’anhu berkata, “Saya melihat Rasulullah saw makan dengan tiga jarinya. Apabila beliau telah selesai makan, beliau menjilatinya.” (HR. Muslim)

Rasulullah saw bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian selesai makan, maka janganlah ia mengusap jari-jarinya hingga ia membersihkannya dengan mulutnya (menjilatinya) atau menjilatkannya pada orang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Yang dimaksud disini adalah menjilatkan pada orang lain yang tidak merasa jijik, seperti anak atau istri yang disuapinya.

Tidak Menyantap Makanan yang Masih Panas atau Sangat Dingin

Jangan menyantap makanan yang masih dalam keadaan panas atau sangat dingin karena dapat membahayakan tubuh kita. Mendinginkan makanan terlebih dahulu sebelum disantap akan mendatangkan berkah, seperti sabda Rasulullah SAW berikut ini:

“Sesungguhnya yang demikian itu dapat mendatangkan berkah yang lebih besar.” (HR. Ahmad)

Memakan Makanan dari yang Terdekat

Memakan makanan alangkah baiknya jika menyantap makanan dari yang paling terdekat dengan kita.

Umar Ibnu Abi Salamah radhiyallahu’anhuma berkata, “Saya dulu adalah seorang bocah kecil yang ada dalam bimbingan (asuhan) Rasulullah saw. Tangan saya (kalau makan) menjelajah semua bagian nampan. Maka Rasulullah saw menegur saya, ‘Wahai bocah bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang terdekat denganmu.’ Maka demikian seterusnya cara makan saya setelah itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits diatas juga sekaligus sebagai penguat dari adab makan sebelumnya dan menjelaskan bagaimana menasehati anak-anak tentang adab-adab makan. Kalian dapat melihat bahwa nasihat Rasulullah SAW sangat dipatuhi oleh Umar Ibnu Abi Salamah.

Membersihkan dan Memungut Makanan yang Terjatuh

Jika ada makanan yang terjatuh alangkah baiknya untuk segera memungut dan membersihkannya dan kemudian memakannya. Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut:

“Jika salah satu dari kalian makan lalu makanan tersebut jatuh, maka hendaklah ia memungutnya dan membuang kotorannya kemudian memakannya. Jangan ia biarkan makanan itu untuk setan.” (HR. At-Tirmidzi)

Betapa mulianya agam ini sampai sesuap nasi yang jatuh saja sangat dianjurkan untuk dimakan. Hal ini juga merupakan salah satu bentuk syukur kita atas makanan yang telah Allah SWT berikan serta bentuk kepedualian kita terhadap fakir miskin.

Lalat yang Jatuh ke Makanan

Dalam hal ini Nabi Muhammad SAW pernah bersabda sebagai berikut:

“Apabila lalat jatuh pada minuman salah seorang dari kalian maka hendaklah ia mencelupkan lalat tersebut kemudian barulah ia buang, sebab di salah satu sayapnya ada penyakit dan di sayap yang lain terdapat penawarnya.” (HR. Bukhari)

Cuci Tangan Sebelum dan Sesudah Makan

Untuk yang satu ini Rasulullah SAW memang tidak mencontohkan, akan tetapi para salaf (generasi terdahulu yang shalih) melakukan hal ini. Mencuci tangan juga baik untuk menjaga kesehatan dari penyakit.

Berdoa Sebelum dan Sesudah Makan

Berdoa merupakan salah satu hal yang sangat dianjurkan ketika melakukan kegiatan apapun, seperti halnya ketika hendak makan dan sesudah makan. Rasulullah SAW pernah bersabda sebagai berikut:

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia membaca ‘Bismillah’ (dengan menyebut nama Allah). Jika ia lupa membacanya sebelum makan maka ucapkanlah ‘Bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi’ (dengan menyebut nama Allah pada awal dan akhir -aku makan-)” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Membaca Basmallah ketika akan makan adalah agar setan tidak ikut makan apa yang kita makan. Suatu ketika Rasulullah SAW sedang duduk bersama seseorang yang sedang makan, namun orang tersebut tidak menyebut nama Allah SWT hingga makanan tersebut hanya tinggal sesuap. Dan ketika ia mengangkat ke mulutnya, ia mengucapkan “Bismillaahi fii waalihii aakhirhi”. Maka Rasullulah SAW tertawa dibuatnya dan kemudian bersabda sebagai berikut:

“Masih saja setan makan bersamanya, tetapi ketika dia menyebut nama Allah maka setan memuntahkan semua yang ada dalam perutnya.” (HR. Abu Dawud dan An-Nasa`i)

Menggunakan Tangan Kanan dan Sambil Duduk

Dalam hal ini makan sebaiknya menggunakan tangan kanan dan sambil duduk. Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut:

“Apabila salah seorang dari kalian makan, makanlah dengan tangan kanan dan minumlah dengan tangan kanan, karena sesungguhnya setan makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim)

Rasulullah SAW juga mendoakan keburukan bagi mereka yang tidak makan dengan tangan kanan. Pernah ada seseorang yang makan di hadapan Rasulullah SAW dengan menggunakan tangan kirinya, maka beliau bersabda sebagai berikut:

“Makanlah dengan tangan kananmu.” Orang itu menjawab, “Saya tidak bisa.” Beliau bersabda, “Semoga kamu tidak bisa!” Orang tersebut tidak mau makan dengan tangan kanan hanya karena sombong. Akhirnya dia benar-benar tidak bisa mengangkat tangan kanannya ke mulutnya. (HR. Muslim)

Seburuk-buruknya makan adalah tidak menggunakan tangan kanan dan sambil berdiri. Dari Amir Ibn Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya ra, dia berkata:

“Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam minum sambil berdiri dan sambil duduk.” (HR. Tirmidzi, hadits hasan shahih)

Nabi Muhammad SAW melarang laki-laki minum sambil berdiri. Watadah ra berkata:

“Kami bertanya kepada Anas, ‘Kalau makan?’ Dia menjawab, ‘Itu lebih buruk -atau lebih jelek lagi-.’” (HR. Muslim)

Duduk Ketika Makan

Rasulullah selalu makan sambil duduk, Beliau bersabda :

“Aku tidak makan dengan bersandar.” (HR. Bukhari)

Yang dimaksud adalah duduk yang serius untuk makan. Adapun hadits yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW saat makan duduk dengan menduduki salah satu kaki dan mengeakkan kaki yang lain adalah dhaif (lemah). Yang benar adalah duduk dengan cara bersimpuh.

Tuntunan untuk Orang yang Makan namun tidak Merasa Kenyang

Para sahabat berkata:

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan tetapi tidak merasa kenyang.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ”Barangkali kalian makan berpencar (sendiri-sendiri).” Mereka menjawab, ”Benar.” Beliau kemudian bersabda, “Berkumpullah kalian atas makanan kalian dan sebutlah nama Allah, niscaya makanan itu diberkahi untuk kalian.” (HR. Abu Dawud)

Bersyukur Setelah Makan

Bersyukur atas segala rizki yang Allah SWT berikan adalah hal yang wajib kita lakukan sebagai muslim. Banyak cara yang dapat kita lakukan dalam hal ini, salah satunya adalah bersyukur setelah makan atau berdoa setelah makan. Salah satu doa setelah makan adalah :

“alhamdulillaahi hamdan katsiiran thayyiban mubaarakan fiihi ghaira makfiyyin walaa muwadda’in walaa mustaghnan ‘anhu rabbanaa.”(Segala puji bagi Allah dengan puja-puji yang banyak dan penuh berkah, meski bukanlah puja-puji yang memadai dan mencukupi dan meski tidak dibutuhkan oleh Rabb kita.”) (HR. Bukhari)

Mengambil Nafas di Luar Gelas ketika Minum

Minum 3 kali tegukan dan kemudian mengambil nafas di luar gelas. Rasulullah SAW minum sebanyak 3 kali tegukan, menyebut nama Allah SWT di awal dan memuji di akhirnya (HR. Ibn As-Sunni dalam ‘Amalul Yaumi Wallailah 472)

Jika Nabi Muhammad SAW minum, beliau bernafas tiga kali. Beliau bersabda, “Cara seperti itu lebih segar, lebih nikmat dan lebih mengenyangkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bernafas dalam gelas dilarang oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya, “Apabila salah seorang dari kalian minum, janganlah ia bernafas di dalam gelas.”(HR. Bukhari)

Berkumur Setelah Minum Susu

Rasulullah SAW pernah bersabda sebagai berikut:

“Jika minum susu maka ucapkanlah, ‘Allahumma barik lana fihi wa zidna minhu’ (Ya Allah berkahilah kami pada susu ini dan tambahkanlah untuk kami lebih dari itu) karena tidak ada makanan dan minuman yang setara dengan susu.” (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman (5957), dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’(381))

Rasulullah saw bersabda, “Apabila kalian minum susu maka berkumur-kumurlah, karena sesungguhnya susu meninggalkan rasa masam pada mulut.” (HR. Ibnu Majah (499))

Awas Mubadzir

Adab makan dan minum dalam Islam yang terakhir adalah jangan terlalu berlebihan dan boros. Karena berlebihan adalah sifat setan dan sangat dibenci oleh Allah SWT, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Isra ayat 26-27 dan juga Al-A’raf aya 31. Berlebihan juga merupakan ciri-ciri orang kafir seperti sabda Rasulullah SAW berikut ini:

“Seorang mukmin makan dengan satu lambung, sedangkan orang kafir makan dengan tujuh lambung.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nah itulah beberapa pembahasan lengkap mengenai adab makan dan minum dalam Islam serta hadits-haditsnya. Jangan lupa juga baca artikel lain mengenai adab melamar dalam Islam di postingan sebelumnya. Hanya ini saja yang dapat kami sampaikan, semoga artikel diatas dapat bermanfaat dan menambah wawasan kalian semua.