Niat Puasa 9 Dzulhijjah Serta Keutamaan Puasa Arafah

Niat Puasa 9 Dzulhijjah – Dalam kalender islam atau Hijriyah bulan Dzulhijjah merupakan bulan akhir tahun yang seringkali di manfaatkan para umat mulsim yang mampu untuk berbondong-bondong menjalankan ibadah haji ke tanah suci. Hal tersebut juga membuat banyak orang di Indonesia yang menyebut bulan Dzulhijjah sebagai bulan haji. Adapun praktek pelaksanaan ibadah haji, inti dari semua ibadah yang dilakukan di mulai pada tanggal 8 Dzulhijjah dengan bermalam di Mina. Yang di lanjutkan pada tanggal 9 Dzulhijjah dengan melaksanakan wukuf di padang Arafah.

Setelah mereka selesai melaksanakan wukuf, tidaklah mereka selesai dalam menjalankan ibadah haji, melainkan mereka juga harus melempar jumrah pada 10 Dzulhijjah. Sama halnya seperti puasa ramadhan, menjalankan ibadah haji bagi mereka yang mampu juga merupakan salah satu kewajiban untuk melaksanakan rukun islam yang kelima setelah syahadat, shalat, zakat, dan puasa. Sedangkan bagi mereka yang belum di berikan kemampuan untuk bisa berangkat ibadah haji di sunahkan untuk melaksanakan ibadah puasa pada tanggal 8-9 Djullhijah.

Adapun pelaksanaan puasa pada tanggal 8 Dzulhijjah di sebut sebagai puasa Tarawiyah sedangkan puasa pada tanggal 9 Djulhijjah disebut sebagai puasa Arafah. Dengan berbedanya tujuan puasa yang di lakukan pada kedua tanggal tersebut, membuat niat puasa Tarawihan dan niat puasa 9 Dzulhijjah atau puasa Arafah pun berbeda. Dan seperti di atas kami sampaikan, bahwasanya hukum mengerjakan puasa tarawiyah ataupun arafah adalah sunah muakkadah, namun bagi mereka yang tengah beribadah haji tidak di anjurkan untuk mengerjakan puasa arafah.

Niat Puasa 9 Dzulhijjah

Niat Puasa 9 Dzulhijjah

Niat Puasa 9 Dzulhijjah

Dengan adanya larangan menjalankan puasa bagi mereka yang tengah berada di arafah atau tengah berhaji seperti diatas kami sampaikan, maka tak jarang pula orang yang mempertanyakan hal tersebut. Oleh karena ini selain kita akan membhas mengenai lafadz niat puasa 9 Dzulhijjah, kita juga akan memberikan sebuah hadist yang menjelaskan tentang larangan tersebut. Yang dimana hadist tersebut berbunyi sebagai berikut,Ibnu Majah dan Ahmad

Baca :  Bacaan Niat Puasa Nazar, Hukum, dan Penjelasannya

Artinya:
Dari Ikrimah, ia mengatakan: “Saya masuk ke rumah Abu Hurairah lalu bertanya tentang puasa hari Arafah bagi (jamaah haji yang sedang) di Arafah. “Lalu Abu Hurairah menjawab, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang puasa hari Arafah di Arafah”. (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)

Dengan sudah dijelaskan lewat hadist diatas, maka untuk sekarang ini menjalankan niat puasa 9 Dzulhijjah atau puasa arafah sudah jelas. Oleh karena itu disaat para jamaan haji sedang menjalankan wukuf di padang arafah yang bertepatan dengan tanggal 9 Dzulhijjah, pada saat itu pulalah kita seabgai umat muslim yang belum mampu menjalankan ibadah haji di sunahkan agar menjalankan ibada puasa arafah.

Lafadz Niat Puasa Arafah 9 Dzulhijjah

Untuk menjalankan ibadah puasa arafah ada beberapa hal yang perlu di perhatian seperti salah satunya adalah lafadz niat puasa 9 Dzulhijjah atau niat puasa arafah. Karena dengan kita membaca niat puasa arafah dengan benar dan baik, ingsaalah puasa yang akan kita lakukan tersebut akan di terima oleh Allah SWT. Lalu seperti apa bacaan lafadz niat puasa 9 Dzulhijjah tersebut, kalian bisa menyimaknya berikut iniLafadz Niat Puasa Arafah 9 Dzulhijjah

NAWAITU SHAUMA ‘AROFATA SUNNATAN LILLAAHI TA’AALA

Artinya:
Saya niat puasa sunnah arafah karena Allah Ta’ala

Keutamaan Puasa Arafah 9 Dzulhijjah

Keutamaan Puasan Arafah 9 Dzulhijjah

Keutamaan Puasan Arafah 9 Dzulhijjah

Sudah kami sampaikan di atas, bahwasanya puasa trawiyah ataupun puasa arafah merupakan satu amalan yang sangat berharga di awal bulan Dzulhijjah. Karena puasa yang satu ini memiliki keutamaan yang tidak boleh di tinggalkan seorang muslim manapun. Dan di sunahkan agar dilakukan bagi setiap muslim yang masih belum mampu untuk berangkan haji.

Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabdaAbu Qotadah

Artinya:
“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

Bukan saja hanya sampai disitu, dengan lafadz niat puasa 9 Dzulhijjah yang sudah terdengat begitu sejuk di hati, ternyata keutamaan puasa arafah juga begitu banyak. Dimana selain sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diatas, ternyata ada juga sabda lain yang menyatakan bawa keutamaan puasa arafah sangatlah tinggi yaituKeutamaan Puasa Arafah

Artinya:
Artinya: Dari Abu Qatadah ra. bahwa Rasulullah saw bersabda: “Puasa pada hari arafah dapat menghapus dosa selama dua tahun, yaitu tahun yang berlalu dan tahun yang akan datang. dan puasa pada hari Asyura menghapuskan dosa tahun yang lalu.” (H.R jamaah kecuali Bukhari dan Tirmidzi).

Demikian kiranya informasi mengenai lafadz niat puasa 9 Dzulhijjah atau niat puasa arafah lengkap dengan keutamanan puasa arafah. Semoga dengan adanya informasi diatas bisa menjadi sebuah pembekajaran baru bagi kalian yang masih belum memahami niatan puasa arafah dan juga keutamannya. Sebab bagi kita yang masih belum di beri rejeki untuk bisa pergi ke tanah suci untuk menjalankan ibadah haji, dengan berpuasa di tanggal 8 atau puasa tarawiyan dan pada tanggal 9 yaitu puasa arafah jauh lebih baik daripada tidak sama sekali.

Baca :  10 Ayat Tentang Puasa Berdasarkan Al-Qur'an