Hukum Puasa Asyura Tanpa Puasa 9 dan 11 Muharram

Hukum Puasa Asyura – Pada tahun baru Islam atau bulan Muharram adalah waktu yang sangat tepat untuk memanjatkan doa agar semua dosa-dosa yang dilakukan diampuni oleh Allah SWT. Seperti anda ketahui jika bulan muharram merupakan bulan yang paling mulia setelah bulan Ramadhan.

Sebagaimana dari firman Allah SWT QS.At-Taubah ayat 36, Allah SWT melarang semua umatnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan dianjurkan untuk memerangi kaum kafir. Setiap umat muslim dapat membaca doa akhir tahun dan awal tahun yang dapat dilakukan setelah waktu Ashar dan sebelum waktu sholat Maghrib tiba.

Memasuki hari ke 10 bulan Muharram, umat muslim dapat melaksanakan puasa 1o Muharram atau disebut dengan puasa Asyura. Dalam hal ini ada yang berpendapat, ketika melaksanakan puasa Asyura harus di iring puasa pada 9 dan 11 muharram, lalu apa hukum puasa asyura tanpa puasa 9 dan 11 Muharram.

Untuk mengetahui jawaban itu semua, pada kesempatan sangat baik ini Niatpuasa.com akan sampaikan kepada anda semua tentang hukum puasa Asyura tanpa melaksanakan puasa 9 dan 11 Muharram.

Hukum Puasa Asyura Tanpa Puasa 9 dan 11 Muharram

Hukum Puasa Asyura Tanpa Puasa 9 dan 11 Muharram

Puasa Asyura merupakan puasa sunnah yang dianjurkan oleh Rasullah SAW, namun berkaitan dalam puasa pada 10 muharram, terdapat hadist yang menjelaskan. Puasa Asyura harus di ikuti puasa Tasua ( puasa satu hari sebelum puasa Asyura dan sehari setelahnya).

Hukum Puasa Asyura Tanpa Puasa 9 dan 11 Muharram

Agama Islam menganjurkan kepada setiap umat muslim untuk berpuasa pada 10 Muharram, masalah tersebut juga sudah disinggung oleh Fathul Mu’in karya Syekh Zainuddin bin Abdul Azizi Al-Malibari.

doa muharram

Artinya, “(Disunahkan) puasa hari Asyura, yaitu hari 10 Muharram karena dapat menutup dosa setahun lalu sebagai hadits riwayat Imam Muslim. (Disunahkan) juga puasa Tasu‘a, yaitu hari 9 Muharram sebagai hadits riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, ‘Kalau saja aku hidup sampai tahun depan, niscaya aku akan berpuasa tasu‘a.’ Tetapi Rasulullah SAW wafat sebelum Muharram tahun depan setelah itu. hikmah puasa Tasu‘a adalah menyalahi amaliyah Yahudi. Dari sini kemudian muncul anjuran puasa hari 11 Muharram bagi mereka yang tidak berpuasa Tasu‘a. Tetapi juga puasa 11 Muharam tetap dianjurkan meski mereka sudah berpuasa Tasu‘a sesuai hadits Rasulullah SAW,” (Lihat Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibari, Fathul Mu‘in pada hamisy I‘anatut Thalibin, Beirut, Darul Fikr, 2005 M/1425-1426 H, juz II, halaman 301).

Setiap umat muslim dianjutkan untuk melakukan puasa pada 9 dan 11 Muharram agar berbeda dengan kaun yahudi pada masa Rasullah. Lalu bagimana jika umat muslim hanya melaksanakan puasa 10 Muharram atau puasa asyura tanpa melakukan puasa sebelum dan sesudah ? ketika puasa Asyura tanpa puasa pada 9 dan 10 muharram tidak masalah.

Doa ayura

Artinya, “(Di dalam kitab Al-Umm, tak masalah hanya mengamalkan puasa Asyura saja) maksudnya, agama tidak mempermasalahkan orang yang hanya berpuasa 10 Muharram saja (tanpa diiringi dengan puasa sehari sebelum dan sesudahnya),” (Lihat Sayyid Bakri bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi, I‘anatut Thalibin, Kota Baharu-Penang-Singapura, Sulaiman Mar‘i, tanpa catatan tahun, juz II, halaman 266).

keterangan tersebut tidakk berarti menyamakan muslim yang amalkan hanya puasa asyura dan kaum yahudi, puasa pada 9 dan 10 Muharram hanya bersifat penyempurnaan saja terhadap asyura. Namun alangkah baiknya jika anda melakukan puasa sebelum dan sesudah puasa asyura.

Nah itulah informasi yang dapat disampaikan oleh Niatpuasa.com akan pengertian hukum puasa Asyura Tanpa Puasa 9 dan 11 Muharram, semoga dengan jawaban yang sudah kami sampaikan diatas dapat dipahami dan direnungi oleh kita semuanya.