Syarat & Tata Cara Khutbah Jum’at : Adab & Rukun

Cara Khutbah Jum’at – Sholat jum’at adalah salah satu kewajiban yang harus dilakukan oleh seluruh umat muslim, khususnya pria. Dimana jika kita tidak melaksanakannya maka kita akan mendapatkan dosa, namun sebaliknya jika kita melaksanakannya maka kita akan mendapatkan banyak pahala dari Allah SWT.

Berbicara mengenai sholat jum’at, kita tentu sudah paham akan syarat dan juga sunnah yang dapat kita lakukan sebelum melaksanakan sholat jum’at, seperti memotong kuku, memakai wewangian(non-alkohol) dan lain sebagainya yang sudah pasti akan menambah pahala kita.

Dalam sholat jum’at juga biasanya akan ada sesorang yang melakukan khutbah shola jumatjum’at. Dimana hal ini sudah menjadi syarat wajib sholat jum’at. Adapun tata cara sholat jum’at ini akan kami sampaikan pada pertemuan kali ini.

Selain itu ketahui juga bahwa ada beberapa syarat, adab dan rukun khutbah jum’at yang wajib kalian ketahui. Baiklah daripada penasaran lebih baik langsung saja kita simak syarat dan tata cara khutbah jum’at yang telah kami siapkan berikut ini.

Syarat & Tata Cara Khutbah Jum’at : Adab & Rukun

Cara Khutbah Jumat

Syarat Khutbah Jum’at

Perlu kalian ketahui juga bahwa sebelum naik ke atas mimbar, ada baiknya jika calon khatib mengetahui ketentuannya terlebih dahulu. Seperti syarat khutbah jum’at yang merupakan salah satu rukun sholat jum’at. Penyampain khutbah juga terbagi menjadi 2 sesi, lebih jelasnya simak syarat khutbah jum’at berikut ini:

  • Khatib harus laki-laki
  • Suci dari hadas besar maupun kecil
  • Menutup aurat
  • Harus dilakukan dengan berdiri bila mampu
  • Khutbah harus dilakukan pada saat dzuhur usai azan ke-2 shalat Jumat
  • Isi rukun khutbah baik yang pertama dan kedua harus didengar oleh jamaah sekurang-kurangnya 40 orang jamaah
  • Khatib harus duduk sebentar dengan tumaninah atau mengistirahatkan sebentar dirinya di antara dua khutbah
  • Khutbah pertama dengan kedua harus dilaksanakan secara berturut-turut, begitu pun antara khutbah dengan shalat Jumat
  • Rukun-rukun khutbah Jumat harus disampaikan dengan bahasa Arab

Rukun Khutbah Jum’at

Adapun rukun khutbah sholat jum’at yang wajib kalian ketahui adalah sebagai berikut:

1. Bacaan Alhamdulillah

Khutbah shalat Jumat wajib dan harus dimulai dengan membaca bacaan hamdalah yaitu lafadz untuk memuji Allah SWT. Misalnya seperti lafadz Alhamdulillah, atau Ahmadullah, atau innalhamda-lillah.

2. Kemudian shalawat kepada Nabi SAW

Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW wajib dan harus dilafadzkan dengan sangat jelas. Setidaknya ada ucapan shalawat seperti shalli ala Muhammad, atau as-shalatu ala Muhammad atau ana mushallai ala Muhammad.

Salah satu contoh shalawat nabi:

Allahumma sholli wa sallam alaa muhammadin wa alaa alihii wa ash haabihi wa man tabiahum bi ihsaani ilaa yaumiddiin.

3. Membaca dua kalimat Syahadat

4. Ajakan untuk Taqwa kepada Allah SWT

Sederhananya adalah perintah, ajakan atau anjuran untuk bertakwa atau takut kepada Allah SWT. Mengenai lafadz-nya, khatib dapat memilih secara bebas. Seperti Takutlah kalian kepada Allah SWT atau marilah kita bertaqwa serta menjadi hamba yang taat kepada Allah Yang Maha Esa..

Atau bisa juga dengan membaca:

yaa ayyuhalladziina aamanuu ittaqullaaha haqqa tuqaatihi wa laa tamuutunna ilaa wa antum muslimuun

5. Membaca ayat suci Al-Quran di salah satu khutbah-nya

Paling tidak, khatib dapat membaca minimal satu kalimat dari ayat suci Al-Quran saat sedang khutbah.

Adab Khatib Sebelum Adzan Berkumandang

Ada beberapa adab yang harus dilakukan oleh khatib sebelum adzan berkumandang, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Datang ke Masjid dengan pikiran dan hati yang tenang.
  • Ketika di Masjid, dianjurkan untuk melakukan shalat sunah sebelum duduk sembari menunggu waktu shalat Jumat.
  • Khatib sebaiknya merasa percaya diri dan terhormat, sebab menyampaikan khutbah Jumat adalah tugas keagamaan
  • Naik serta berdiri di mimbar dengan khusyu. Tidak lupa juga untuk senantiasa mengingat Allah SWT dengan berdzikir, sehingga mampu membangun suasana yang sakral.
  • Menatap jamaah dan mengucapkan salam
  • Duduk sejenak untuk mendengarkan azan

Adab Khatib Setelah Adzan Berkumandang

Ketika adzan dikumandangkan, ada baiknya jika khatib melakukan adab-adab berikut ini:

  • Menyampaikan khutbah dengan sikap tawadlu, jangan menyampaikan khutbah seperti orasi dan menunjukkan arogansi
  • Materi yang disampaikan harus bermanfaat bagi semua jamaah
  • Memberikan isyarat pada jamaah untuk berdoa. Bisa dengan mengangkat tangan sehingga jamaah bisa mengamini doa yang disampaikan.

Adab Khatib Setelah Iqamat

Setelah khutbah tersampaikan, muadzin akan mengumandangkan iqamat. Jika iqamat sudah berkumandang maka khatib dapat segera melakukan adab-adab berikut ini:

  • Turun dari mimbar
  • Pastikan kondisi tenang dan bertakbir
  • Dianjurkan membaca dengan tartil

Tata Cara Khutbah Jum’at

Setelah semua pembahasan diatas sudah kalian pahami dengan seksama, maka selanjutnya kami akan membahas mengenai tata cara khutbah jum’at yang telah kami siapkan berikut ini.

1. Pertama khatib berdiri di atas mimbar atau tempat yang lebih tinggi dan kemudian mengucapkan salam. Khatib juga dianjurkan untuk mengucapkan salam pada jamaah.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits Jabir bin Abdullah,

Sesungguhnya Nabi Shallallahu alaihi wa sallam jika telah naik mimbar biasa mengucapkan salam. HR Ibnu Majah, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah.

2. Setelah mengucap salam, maka suara adzan akan dikumandangkan. Khatib dianjurkan untuk duduk mendengarkan dan menirukan hingga azan selesai.

3. Selanjutnya, khatib berdiri untuk melakukan khutbah. Sebelum memulai khutbah, ada baiknya membuka khutbah sesuai dengan rukun khutbah, yaitu dengan membaca alhamdulilah, sanjungan kepada Allah, syahadat, shalawat, bacaan ayat-ayat taqwa, dan perkataan amma bad.

4. Lalu khatib dianjurkan untuk berdiri dan menghadapkan wajahnya pada para jamaah. Tapi, jika khatib tidak dapat berdiri maka khutbah dapat dilakukan dengan posisi duduk.

5. Kemudian duduk di antara dua khutbah. Setelah menyampaikan khutbah pertama hendaknya khatib duduk sejenak untuk beristirahat sebelum menyampaikan khutbah kedua.

6. Khutbah Jumat baiknya tidak terlalu panjang. Khutbah hendaknya tidak boleh lebih lama dibandingkan dengan durasi shalat Jumat.

7. Dalam berkhutbah, khatib hendaknya melantangkan suara dan menyampaikan khutbahnya dengan jelas. Hal ini bertujuan agar para jamaah yang mendengarkan dapat memahami setiap kata-kata yang diucapkan.

8. Di akhir khutbah, hendaknya ditutup dengan kalimat permohonan ampun kepada Allah SWT. Kalimat permohonan ampun ini dapat disampaikan pada khutbah kedua.

Nah itulah beberapa pembahasan lengkap mengenai syarat dan tata cara khutbah jum’at yang dapat kalian simak diatas. Baiklah mungkin hanya ini saja yang dapat kami sampaikan, semoga artikel diatas dapat bermanfaat dan menambah wawasan kalian semua. Jangan lupa juga baca artikel lain mengenai syarat wajib sholat jum’at yang telah niatpuasa.com sampaikan di postingan sebelumnya.