6 Perbedaan Dzikir dan Doa yang Wajib untuk Diketahui

Perbedaan Dzikir dan Doa – Kalian mungkin pernah bertanya-tanya mengenai apa sih perbedaan dzikir dan juga doa? Banyak sekali dari kita yang mungkin masih belum mengetahui apa saja perbedaan dari keduannya.

Nah disini kalian dapat menyimak pembahasan mengenai pengertian lengkap dari doa dan juga dzikir yang akan kami bahas secara lengkap. Menurut bahasa, dzikir yakni mengingat. Sedangkan doa dapat diartikan meminta. Akan tetapi antara keduanya terdapat kaitan yang sangat erat.

Maka dari itu terkadang dzikir juga kerap dinamakan dengan doa, begitupula sebaliknya. Rasulullah SAW pernah bersabda yang berbunyi sebagai berikut:

“أَفْضَلُ الدُّعَاءِ الحَمْدُ لِلَّهِ”

“Doa yang paling afdhal adalah Alhamdulillah”. HR. Tirmidzy dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban.

Sebagaimana telah maklim bahwa hamdallah adalah dzikir. Akan tetapi lihatlah bagaimana Rasulullah SAW menamakannya sebagai doa, bahkan doa yang paling afdhal.

Para ulama juga menjelaskan bahwa doa itu ada 2 macam, yakni doa yang berisi permintaan dan doa yang berisi pujian. Orang yang memuji Allah SWT sejatinya ia juga sedang berdoa meminta kepadaNya, hanya saja dengan bahasa yang halus.

Perbedaan Dzikir dan Doa yang Wajib untuk Diketahui

Perbedaan Dzikir dan Doa

Baiklah daripada penasaran lebih baik langsung saja kita simak ulasan mendalam dan terlengkap mengenai perbedaan dzikir dan doa yang wajib untuk diketahui yang telah kami siapkan berikut ini.

Perbedaan Antara Doa dan Dzikir

Ada 3 perbedaan yang dapat kalian pahami, lebih jelasnya mari kita simak ulasannya berikut ini:

Sumer

  • Dzikir Harus bersumber dari dalil-dalil yang shahih, lafalnya, waktu, jumlah dan juga tata caranya.
  • Doa, Redaksinya dapat dibuat sendiri oleh orang yang berdoa. Akan tetapi tidak boleh membuat doa-doa tertentu dengan lafal tertentu dan aturan tertentu kemudian mendakwahkan khasiatnya seperti doa yang datang dari Rasulullah SAW, karena hal ini termasuk bid’ah.
Baca :  Tuntunan Sholat Dhuha, Doa dan Tata Caranya

Bahasa

  • Dzikir sendiri harus menggunakan bahasa Arab, karena Rasulullah SAW sendiri mengerjakannya dalam bahasa Arab. Maka jika diucapkan artinya saja maka ia tidak mengandung nilai dzikir.
  • Sedangkan doa dapat diucapkan dengan bahasa setempat karena orang yang berdoa harus mengerti apa yang diminta.

Bentuk

  • Dzikir sendiri dapat berupa permintaan, dapat pula hanya penyebutan pujian kepad Allah SWT tanpa disertai dengan redaksi permintaan.
  • Sedangkan doa harus mengandung permintaan sesuai dengan artinya secara bahasa.

Nah itulah beberapa pembahasan lengkap mengenai pengertian dzikir dan doa serta perbedaannya yang wajib untuk diketahui oleh kalian semua. Baiklah mungkin hanya ini saja yang dapat kami sampaikan, semoga artikel diatas dapat bermanfaat dan menambah wawasan kalian semua. Jangan lupa juga baca artikel lain mengenai dzikir bulan rajab yang telah niatpuasa.com sampaikan di postingan sebelumnya.