15 Adab Bertamu dan Menerima Tamu dalam Islam

Adab Bertamu dan Menerima Tamu – Menjalin silaturahmi sesama umat manusia merupakan hal yang sangat bagus dan penting dalam ajaran agama Islam. Karena dengan bersilaturahmi kita akan bisa mempererat hubungan persaudaraan dan juga tentunya juga akan memberikan banyak sekali manfaat pada kehidupan bermasyarakat.

Selain itu, dalam silaturahmi juga terdapat keberkahan. Jadi bagi siapa saja yang memutus tali silaturahmi, hal ini sangat tidak dianjurkan dalam Islam. Maka dari itu kita sebagai umat muslim harus selalu menjaga tali silaturahmi dengan baik sesama muslim.

Dalam ajaran Islam, setiap segala sesuatu hal tentu kita harus memahami terlebih dahulu apa saja adab-adab dalam hal apapun, salah satunya adalah ketika bertamu. Dalam bertamu dan juga menerima tamu ada adab-adab yang harus kita perhatikan disini.

Pembahasan mengenai ada bertamu dan menerima tamu akan kami bahas pada pertemuan kali ini. Baiklah daripada penasaran lebih baik langsung saja kita simak ulasan mendalam mengenai ada bertamu dan menerima tamu yang telah kami siapkan berikut ini.

Adab Bertamu dan Menerima Tamu dalam Islam

Adab Bertamu dan Menerima Tamu

Adab Bertamu Dalam Islam

Mengenai adab dalam bertamu, disini kami telah menyiapkan beberapa poin penting yang mungkin dapat menambah wawasan kalian bagaimana adab bertamu yang dianjurkan oleh Islam. Lebih jelasnya mari kita simak berikut ini:

1. Niat Baik Dalam Bertamu

Bertamu merupakan kegiatan yang sangat positif dan tentu harus berdasarkan dengan niat dan juga tujuan yang baik. Seperti menyambung silaturahmi, menjenguk dan lain sebagainya. Akan tetapu ketika banyak hal-hal yang kurang baik dalam niatan seseorang saat bertamu, misalnya berghibah atau kegiatan negatif lainnya. Allah SWT berfirman bahwa sebaik-baik tamu adalah mereka yang membawa kabar gembira. Hal ini juga terkandung dalam surat Al-Hijr ayat 51-54 yang berbunyi sebagai berikut:

وَنَبِّئۡهُمۡ عَن ضَيۡفِ إِبۡرَٰهِيمَ ٥١ إِذۡ دَخَلُواْ عَلَيۡهِ فَقَالُواْ سَلَٰمٗا قَالَ إِنَّا مِنكُمۡ وَجِلُونَ ٥٢ قَالُواْ لَا تَوۡجَلۡ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَٰمٍ عَلِيمٖ ٥٣ قَالَ أَبَشَّرۡتُمُونِي عَلَىٰٓ أَن مَّسَّنِيَ ٱلۡكِبَرُ فَبِمَ تُبَشِّرُونَ ٥٤

Artinya : (51) Dan kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim; (52) Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan: “Salaam”. Berkata Ibrahim: “Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu”; (53) Mereka berkata: “Janganlah kamu merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim”; (54) Berkata Ibrahim: “Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira yang kamu kabarkan ini? (QS. al-Hijr : 51-54)

2. Berpakaian Rapi dan Pantas

Berpakaian rapi dan pantas disini bukan berarti kita harus berdandan berlebihan, karena hal tersebut Islam tidak menganjurkan. Gunakanlah pakaian bersih dan rapih sebagai bentuk penghormatan kita terhadap tuan rumah. Allah SWT juga berfirman dalam surat Al-A’raaf ayat 26 yang berbunyi sebagai berikut:

Baca :  Tata Cara Puasa Daud, Pengertian dan Keutamannya

يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ قَدۡ أَنزَلۡنَا عَلَيۡكُمۡ لِبَاسٗا يُوَٰرِي سَوۡءَٰتِكُمۡ وَرِيشٗاۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقۡوَىٰ ذَٰلِكَ خَيۡرٞۚ ذَٰلِكَ مِنۡ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُونَ ٢٦

Artinya : Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (QS al-A’raaf : 26)

3. Bertamu di Waktu yang Tepat

Adab selanjutnya adalah dengan bertamu di waktu yang tepat. Waktu berkunjung atau bertamu disini sebaiknya jangan di waktu yang sekiranya mengganggu kesibukan tuan rumah, usahakan bertamu saat-saat mereka sedang beristirahat atau santai.

4. Meminta Ijin

Kemudian dengan meminta ijin terlebih dahulu. Meminta ijin disini dapat dilakukan dengan berbagai cara, yakni dengan mengetuk pintu atau memberi salam kepada tuan rumah. Allah SWT juga berfirman dalam surat An-Nur ayat 27 yang berbunyi sebagai berikut:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَدۡخُلُواْ بُيُوتًا غَيۡرَ بُيُوتِكُمۡ حَتَّىٰ تَسۡتَأۡنِسُواْ وَتُسَلِّمُواْ عَلَىٰٓ أَهۡلِهَاۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ ٢٧

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. (QS an-Nur : 27)

Lalu Rasulullah SAW juga menambahkan perihal meminta ijin untuk bertamu dalam sebuah hadits yang artinya adalah ;

Artinya : “Apabila seorang bertamu lalu minta izin (mengetuk pintu atau mengucapkan salam) sampai tiga kali dan tidak ditemui (tidak dibukakan pintu), maka hendaklah dia pulang.” (HR Bukhari)

5. Bersalaman

Ketika bertamu, bersalaman atau berjabat tangan dengan tuan rumah yang sesama perempuan atau sesama laki-laki, hal ini untuk menunjukkan hormat dan mempererat silaturahmi. Ini juga merupakan anjuran dari Rasulullah SAW yang mana dalam hadits yang artinya sebagai berikut:

Artinya : “Apabila kamu saling jumpa, maka saling mengucapkan salam dan bersalam- salaman, bila saling berpisah, maka berpisahlah dengan ucapan istigfar”. (HR At Tahawi).

6. Menghindari Ikhtilat dalam Bertamu

Yang dimaksud Ikhtilat disini adalah ketika laki-laki bersama dengan seorang wanita yang bukan mahramnya. Jadi ketika seorang lelaki dewasa maka pastikan dirumah tersebut ada ayah atau suaminya atau seorang laki-laki dewasa untuk menghindari ikhtilat dan juga fitnah. Karena ikhtilat merupakan perkara yang mendekatkan kita kepada zina dan maksiat. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Isra’ ayat 32 yang berbunyi sebagai berikut:

وَلَا تَقۡرَبُواْ ٱلزِّنَىٰٓۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةٗ وَسَآءَ سَبِيلٗا ٣٢

Artinya : Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS al-isra’ : 32)

7. Sopan Santun dalam Sikap dan Ucapan

Sopan santun dalam Islam tentu salah satu hal yang sangat penting, dimana kita tentu harus menghormati dan menyenangkan hati tuan rumah. Selain itu perilaku ini juga dapat menghindarkan kita dari perbuatan yang kurang mengenakkan hati si tuan rumah.

8. Menerapkan Batas Waktu Bertamu

Menerapkan batas waktu bertamu juga merupakan adab yang perlu kita jaga. Berkunjung memang terkadang mengasyikan, terutama ketika kita membahas topik pembicaraan yang menarik. Akan tetapi kita disini juga harus melihat waktu, jangan sampai nantinya kita malah menghambat kepentingan si tuan rumah. Rasulullah SAW juga pernah bersabda :

Artinya : “Masa bertamu adalah tiga hari dan sesudah itu sedekah Tidak halal bagi si Tamu tinggal lebih lama sehingga menyakiti hati tuan rumah”. (HR Baihaqi).

9. Mengetuk Pintu Tiga Kali

Lalu ketika bertamu juga kita harus mengetuk pintu terlebih dahulu. Mengetuk pintu juga dengan tata krama yang benar, biasanya kita mengetuk pintu sebanyak 3 kali, jika tuan rumah tidak membukakan pintu sebaiknya kita urungkan terlebih dahulu untuk bertamu, kemungkinan mereka sedang ada kesibukan, atau tidak berada dirumah.

10. Ucapkan Salam

Lalu adab bertamu yang terakhir adalah dengan mengucapkan salam ketika masuk kerumah tuan rumah. Mengucapkan salam memang tidak harus ketika bertamu, ketika berpapasan dengan sesama muslim pun kita dianjurkan untuk mengucapkan salam. Karena ucapan salam berarti doa, untuk kita dan untuk saudara muslim kita.

Adab Menerima Tamu Dalam Islam

Sama halnya dengan bertamu, adab menerima tamu juga wajib kita pelajari dan laksanakan sebagai muslim yang baik. Apa saja, langsung saja kita simak dibawah ini:

1. Berpakain yang Pantas

Sama halnya dengan ketika kita bertamu, saat menerima tamu pun kita dianjurkan untuk memakai pakaian yang pantas dan bersih. Selain untuk menghormati tamu juga untuk menghormati diri kita sendiri.

2. Bersikap Baik Saat Menerima Tamu

Sopan santun kepada tamu kita juga menjadi salah satu adab yang harus kita jalani. Jangan sampai ada perkataan yang dapat menyinggun tamu kita.

3. Menyediakan Jamuan

Menyediakan jamu adalah wajib hukumnya dalam menerima tamu, hal ini agar tamu merasa dihormati. Jamuan tersebut juga tidak harus jamuan yang mewah, kalian dapat memberikan segelas air putih, senyuman yang hangat dan sikap yang baik.

4. Menghormati Tamu yang Menginap

Ketika tamu menginap dirumah kita, maka kita harus melayani tamu dan memberikan jamuan yang baik seperti tempat tidur yang layak dan bersih serta jamuan lainnya. Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut:

Artinya : “Hormatilah tamu sampai tiga hari , adapun selebihnya adalah merupakan shadaqoh darinya .” ( HR. Muttafaqun’alaihi )

5. Mengantarkan Tamu Sampai Halaman Saat Akan Pulang

Dan yang terakhir adalah dengan mengantarkan tamu sampai halaman ketika ia hendak pulang. Hal ini merupakan perbuatan sunnah dan juga disampaikan dalam sebuah hadits berikut ini:

Artinya : “Sesungguhnya merupakan perbuatan yang sunnah apabila seseorang (Tuan rumah) keluar bersama – sama tamunya sampai kepintu halaman .” (HR.Ibnu Majjah)

Nah itulah beberapa ada bertamu dan menerima tamu yang dapat kalian simak diatas. Bertamu dan menerima tamu memang memiliki adab yang hampir sama, jadi kita sebagai muslim sangat dianjurkan untuk menjalankan adab-adab tersebut. Jangan lupa baca juga artikel mengenai adab bertetangga menurut Islam dipostingan sebelumnya. Baiklah mungkin hanya ini saja yang dapat kami sampaikan, semoga artikel diatas dapat bermanfaat dan menambah wawasan kalian semua.