Niat Puasa Pengganti Ramadhan, Pengertian dan Ketentuannya

Niat Puasa Pengganti Ramadhan – Menjalankan puasa Ramadhan adalah merupakan salah satu dari kewajiban kita sebagai umat muslim sekaligus menjadi salah satu dari lima perkaran rukun islam yang ada. Ketika menjalankan puasa ramadhan tentunya banyak hal yang harus di patuhi agar puasa kita benar-benar sesuai dengan apa yang sudah di ajarkan oleh agama. Adapun seperti informasi yang sebelumnya sudah pernah kami sampaikan, bulan ramadhan sendiri merupakan waktu terbaik yang diberikan Allah di bumi ini selama 1 bulan penuh.

Bahkan sangking istimewanya, Allah pun menurunkan Alqur’an pada bulan yang penuh ramhat ini. Sekaligus Allah juga memberikan keistimewaan pada bulan ramadhan bagi setiap muslim yang melakukan ibadan dibulan ini dengan memberikan pahala atau ganjaran yang sangat besar sebagaimana telah di riwayatkan dalam sebuah hadist Rasulullah SAW yang memiliki makna sebagai berikut

“Semua amalan anak Adam digandakan kebaikannya sepuluh kali ganda serupa dengannya sehingga tujuh ratus kali ganda, Allah Azza Wajalla berfirman: “Melainkan puasa, kerana ianya untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya, mereka meninggalkan syahwat dan makanannya kerana-Ku”. Bagi orang yang berpuasa akan mendapat dua kegembiraan ketika berbuka puasa dan kegembiraan ketika menemui Tuhannya, dan bau busuk (dari mulut orang yang berpuasa) karena berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada bau Musk” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).

Pengertian & Ketentuan Niat Puasa Pengganti Ramadhan

Niat Puasa Pengganti Ramadhan

Niat Puasa Pengganti Ramadhan

Oleh karena itu, didalam menjalankan ibada puasa ramadhan ada banyak syarat dan ketentuan yang harus di taati oleh setiap muslim sesuai dengan rukun puasa yang ada. Apabila kalian tidak bisa menjalankan ibadah puasa ramadhan dikarenakan sakit, musafir, ataupun udzur makan di haruskan anda menggantinya dengan melafadzkan niat puasa pengganti ramadhan dengan baik dan benar sesuai dengan ajaran agama Islam yang sudah ada.

Selain menjadi salah satu puasa wajib yang harus dsi lakukan oleh setiap umat muslim disaat bulan ramadhan itu datang, ternyata puasa ramadhan sendiri memiliki banyak sekali keutamaan datau fadhilah yang bisa membawa kalian menjadi manusia yang lebih bertaqwa dan selalu mensyukuri apa yang telah di berikan oleh Allah. Adpaun beberapa keutamaan puasa ramadhan ialah dibukanya pintu surga serta ditutupnya pintu neraka dan dibelenggunya syaitan. Hal ini tercantum pada hadisr Rasulullah SAW yang berbunyiAt-Tirmidzi

Artinya:
“Apabila datang awal malam dari bulan Ramadhan, setan-setan dan jin-jin yang sangat jahat dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tidak ada satu pintupun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka tidak ada satu pintupun yang ditutup. Dan seorang penyeru menyerukan: “Wahai orang yang menginginkan kebaikan kemarilah. Wahai orang-orang yang menginginkan kejelekan tahanlah.” Dan Allah memiliki orang-orang yang dibebaskan dari neraka, yang demikian itu terjadi pada setiap malam.” (HR. At-Tirmidzi dalam Sunan-nya no. 682 dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya no. 1682, dihasankan Asy-Syaikh Albani rahimahullahu dalam Al-Misykat no. 1960)”

Pengertian Puasa Pengganti Ramadhan (Qadha)

Nah setelah sebelumnya kita pernah membahas mengenai doa buka puasa Qadha, dikesempatan kali ini giliran kita bahas mengenai bagaimana niat puasa pengganti ramadhan yang baik dan benar. Namun sebelum membahas mengenai hal tersebut, kita cari tahu dahulu pengertian puasa pengganti ramadhan. Diatas sudah kami sampaikan bahwasanya ketika kita tidak bisa menjalankan ibadah puasa puasa di bulan ramadhan memang tidak mengapa, akan tetpai kita harus menggantinya di lain waktu atau disebut Qadha.

Baca :  Manfaat Puasa Mutih, Pengertian & Pantangannya

Untuk hukumnya meninggalkan puasa di bulan ramadhan bagi umat muslim yang tengah mengalami beberapa halangan seperti haid (pada wanita), sakit, ataupun musafir dan lain-lain juga sudah tersirat pada sebuah firman Allah SWT lewat surat Al-Baqarah ayat 184 yang berbunyiAl-Baqarah-ayat-184

Artinya:
“(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (QS. Al-Baqarah: 184)

Mengacu pada surat Al-Baqarah ayat 184 diatas, beberpa orang yang diperbolehkan untuk meninggalkan puasa dan menggatinya di hari lain dengan memabca niat puasa pengganti ramadhan yang baik dan benar adalah mereka-mereka diantaranya

  • Orang Sakit : Dalam hal ini, orang sakit yang diperbolehkan untuk tidak puasa adalah sakit yang membuat tubuhnya merasa lemah dan juga tidak mampu melaksanakan puasa. Tentunya mereka. harus menggantinya di hari lain sesuai dengan hari pada bulan ramadhan yang di tinggalkan dengan membaca niat pausa pengganti ramadhan yang sesuai dengan ajaran agama Islam.
  • Musafir : Musafir atau orang yang tengah berada dalam perjalanan jauh dengan mengqashar atau jama’ shalat wajib
  • Wanita yang haid atau nifas : Sebagaimana sudah ditentukan dalam beberpa hadis, bahwasannya setiap kali menjalanan ibadah baik berupa sholat wajib, sholat sunah, ataupun puasa wajib dan puasa sunah bagi wanita yang tengah haid tidak di perkenankan untuk beribadah terlebih dahulu. Tentunya juga harus di ganti dengan melafadzkan niat puasa pengganti ramadhan di hari lain setelah bulan ramadhan telah usai.
  • Wanita yang hamil dan menyusui : Bagi wanita yang tengah menyusui dan atau hamil boleh untuk tidak melaksanakan puasa ramadhan terlebih dahulu. Hal ini di karenakan bisa saja menggannggu pertumbuhan bayi karena kurangnya asupan gizi yang terdapat dalam asi. Namun biasanya untuk wanita hamil atau ibu menyusui juga diperbolehkan tidak membayar hutang puasa yang di tinggalkan selama bulan puasa melainkan dengan membayar fidyah atau memberi makan orang miskin.
Ketentuan Puasa Pengganti Ramadhan

Ketentuan Puasa Pengganti Ramadhan

Ketentuan Niat Puasa Pengganti Ramadhan

Seperti kita ketahui bersama, dalam menjalankan ibadah puasa dibulan ramadhan tidaklah akan sah atau di terima puasa kita apabila kita menjalankannya tanpa memenuhi syarat puasa atau rukun puasa. POleh karenanya ketentuan niat puasa pengganti ramadhan sangatlah harus kita junjung agar semua yang kita kerjakan menjadi berkah dan tentunya sesuai dengan anjuran agama. Adapun untuk ketentuan niat pausa pengganti ramadhan diterangkan pula dalam penjelasan yang akan kami sampaikan dibawah ini.

  • Sebelum melaksanakan Qadha puasa ramadhan atau mengganti puasa ramadhan yang telah di tinggalkan, hendaknya kalian mengucapkan niat didalam hati dengan iklas, baik, dan benar
  • Tentunya agar pelaksanaan puasa pengganti ramadhan yang dikerjakan di luar bulan ramadhan bisa menjadi berkah, niat yang di ucapkan dalam hati pun harus dengan tujuan melaksanakan puasa qadha  dan harus diucapkan saat malam hari sebelum matahari terbit.
  • Sesuai dengan ajaran agama islam yang telah ada, menjalankan niat puasa pengganti ramadhan juga harus dilakukan diluar waktu-waktu tertentu seperti pada bulan ramadhan atau di hari raya idul fitri, hari raya idul adha, dan hari-hari tasyrik.
  • Melakukan puasa qadha juga di anjurkan untuk dilakukan berturut-turut
  • Dan apabila seseorang yang menginggalkan puasa dibulan ramadhan dengan alasan yang syar’i, maka apabila belum bisa membayar hutang hingga puasa ramadhan selanjutnya datang diakibatkan halangannya belum hilang maka ia tidak wajib membayar fidyah namun masih bisa melaksanakan puasa qadha setelah bulan ramadhan berikutnya usai.

Lafadz Niat Puasa Pengganti Ramadhan

Seperti diatas kami sampaikan, bahwasanya dalam menjalankan niat puasa pengganti ramadhan haruslah sesuai dengan ketentuan yang sudah kami sampaikan diatas. Salah satunya adalah melafadzkan niat puasa Qadha atau pengganti ramadhan sesuai dengan yang telah di anjurkan. Dan bagi kalian yang masih belum mengetahui bagaimana bacaannya, bisa melihat dan menghafalkan seperti dibawah iniNiat Puasa Qadha

NAWAITU SHOUMA GHODIN ‘AN QADAAIN FARDHO ROMADHONA LILLAHI TA’ALA

Artinya:
“Aku niat puasa esok hari karena mengganti fardhu Ramadhan karena Allah Ta’ala”

Secara simple apabila kita maeninggalkan puasa dibulan ramadhan itu berarti kita mempunyai hutang yang harus di bayarkan kepada Allah SWT serta harus segera di segerakan apabila kalian tidak mempunyai udzur atau halangan apapun. Nah itulah kiranya informasi yang bisa kami sampaikan pada kesempatan kali ini seputar niat puasa paengganti ramadhan dan ketentuan mengqadhakan puasa ramadhan dihari lain. Semoga dengan membaca informasi diatas kalian lebih memahami arti niat puasa pengganti ramadhan dan ketentuan lainnya yang pastinya sesuai dengan ajaran agama Islam.